Honorer K.II Tidak Lolos Seleksi Terancam Diberhentikan

Jakarta – Humas BKN, Kebijakan pemerintah mengenai pengangkatan pegawai honorer K.II menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam dua tahun ini masih terus menjadi pembahasan penting. Bahkan berita terbaru dilansir Surat Kabar Harian Kompas, Rabu (18/9) pada Hal: 4 bahwa sekitar 420.000 pegawai honorer K II yang tidak lolos seleksi terancam akan berakhir masa kerjanya atau dengan kata lain diberhentikan.

Berita Kompas tersebut didasari penjelasan Sekretaris Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tasdik Kinanto terkait kebijakan K.II. Tasdik mengungkapkan bahwa pengangkatan honorer K II akan dilakukan dalam dua tahun periode, yakni sekitar 109.000 honorer K.II di tahun 2013 dan sekitar 100.000 lagi pada 2014. Lebih lanjut Tasdik menyampaikan bahwa honorer K II itu baru akan diangkat bila sudah memenuhi persyaratan mencapai passing grade tertentu dalam tes antar honorer.

Pemerintah Pastikan Stop Angkat Honorer jadi CPNS

JAKARTA - Pemerintah memastikan tidak ada lagi pengangkatan honorer tertinggal selain kategori satu (K1) dan kategori dua (K2). Pemerintah pun sudah menyiapkan skenario baru untuk menampung honorer K1 maupun K2 yang tidak lolos CPNS, yaitu dijadikan Pegawai Pemerintah dengan Kontrak (PPK). Itupun syaratnya, harus lulus uji kompetensi dan punya keahlian yang dibutuhkan instansi bersangkutan.
"Kita terakhir melakukan pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS tahun ini. Kalau yang lolos banyak, pengangkatannya dua kali yaitu 2013 dan 2014. Tahun ini kita plotkan 109 ribu saja, tapi tesnya satu kali di tahun ini," terang Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (WamenPAN-RB) Eko Prasojo di sela-sela seminar Plus Minus Lelang Jabatan di Hotel Sari Pan Pacific, Rabu (11/9).
Mengingat jumlah honorer K2 ditambah luncuran K1 hampir 700 ribu orang yang akan dites pada 3 November mendatang, sementara kuota CPNS-nya hanya 200-an ribu orang, pemerintah memberikan skema pengangkatan PPK. Hanya saja pengangkatan PPK menunggu penetapan UU Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu honorer yang akan menjadi PPK harus punya kompetensi juga.
"Kerja PPK itu terikat kontrak. Kalau dibutuhkan instansi, kontraknya diperpanjang. Sebaliknya bila tidak diperlukan lagi, tidak perlu perpanjangan lagi," ujarnya.
Adapun hak-hak PPK, lanjut guru besar UI ini, sama seperti PNS. Yang membedakan hanya pensiun saja. Jika PNS di usia tertentu mendapatkan uang pensiun, PPK tidak menerimanya.
"Hak-hak PPK dan PNS kita upayakan sama. Ini agar masyarakat tidak memburu PNS saja, tapi masih ada PPK yang prospeknya juga bagus," pungkasnya. (esy/jpnn)

SK Honorer Kategori 2 (K2) Banyak yang Direkayasa

Menurut sejumlah tenaga honorer yang enggan disebut namanya, banyak tenaga honorer K-2 yang masa kerjanya belum 1 tahun pada saat pendataan data base akhir 2005 lalu. Banyak honorer yang pengangkatannya bulan April sampai September 2008 dan Jumlahnya ada puluhan.” diduga ada rekayasa SK pengangkatan Honorer, sehingga mereka bisa masuk data base honorer K-2, ” Ungkapnya teman honorer yang tidak bisa saya sebutkan.
Saya punya cerita menarik karena saya asli dan tinggal di kecamatan Pragaan bahwa terdapat oknum kecamatan Pragaan yang menerima Fee, untuk memasukan sejumlah nama CPNS untuk direkrut menjadi PNS, jumlah biaya nya tidak kecil, bahkan puluhan juta hampir ratusan juta, yang menyedihkan bahwa oknum kecamatan tersebut menerima uang itu untuk memasukan sejumlah orang menjadi PNS di pemerintah Kabupaten Sumenep, apakah ini rumor atau hanya sebatas gossip, kalok itu gossip harusnya oknum kecamatan menjelaskan ke masyarakat di kecamatan Pragaan, tidak bisa kita bayangkan sungguh aneh ketika saya berbelanja di Pasar Pragaan berserta istri saya, masyarakat bercerita mengenai hal tersebut, Gosip ini berkembang begitu cepat, membuat saya secara pribadi kecewa atas oknum kecamatan tersebut. Konon Seorang oknum kecamatan memberikan sejumlah uang ke istri bupati sumenep Ki busyro ( sekarang mantan istri bupati nyi kamila) untuk memudahkan menjadi PNS. Tapi sayangnya belum berhasil menjadi PNS dan oknum hanya memasukan menjadi database pegawai 2005 masuk ke kategori K2,
Lucu bukan tidak pernah kita bayangkan bahwa test PNS kategori K2 yang digadang – gadang Badan Kepegawaian Negara (BKN)  bahwa penerimaan bersih, tanpa embel embel tertentu ternyata bisa di kotori oleh oknum kecamatan, itu hanya oknum kecamatan, dan bagaimana  dengan yang lain. Apa tidak mungkin Anggota DPR bahkan pimpinan yang mempunyai jabatan tertentu di kedinasan  dan punya daya tawar menawar melakukan kegiatan yang sama seperti di atas tersebut. 

Guru Honorer Menangis di Ultah Presiden SBY

Metrotvnews.com, Jakarta: Ratusan guru honorer berunjuk rasa di hari ulang tahun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/9) siang. Mereka meminta segera diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil atau PNS.

Sebagian pendemo yang berasal dari sejumlah daerah di Pulau Jawa bahkan sempat menangis. Zulhidah, guru honorer asal Jawa Tengah, mengaku sedih tak kunjung menjadi PNS walau sudah belasan tahun mengajar.

Tuntutan demi tuntutan terus disuarakan, namun tak kunjung terealisasi hingga saat ini. Ia meminta pemerintah lebih serius memperhatikan nasib tenaga pengajar honorer yang diklaimnya jauh dari kata sejahtera.

Editor: Willy Haryono

Pengangkatan Honorer K-2 Dilakukan Dua Tahap

JAKARTA – Pengangkatan tenaga honorer kategori 2 (K-2) menjadi CPNS akan dilakukan dua tahap, yakni tahun 2013 dan 2014.  Untuk tahun ini, rencananya akan diangkat 109 ribu dari  yang lulus tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang (TKB) pada tanggal 3 November 2013 mendatang.

Demikian dikatakan Wakil Menteri  PANRB Eko Prasojo dalam percakapan dengan wartawan di kantornya, Jumat (06/09). “Pelaksanaan tes hanya sekali, tetapi yang lulus diangkat tahun ini dan tahun depan. Selanjutnya tidak ada lagi cerita  tentang honorer,” ujarnya menambahkan.

Penegasan ini sekaligus meluruskan berita yang dilansir oleh sebuah media online tanggal 2 September, yang menyatakan bahwa pengangkatan honorer K2 akan dilakukan secara terus menerus hingga semuanya habis.

Eko menambahkan, 109.000 orang itu akan diangkat menjadi CPNS bersama pelamar umum yang diterima. “Formasi untuk CPNS dari pelamar umum sebanyak 65 ribu. Untyuk pusat 25 ribu, dan untuk daerah 40 ribu,” tambahnya.  (ags/HUMAS MENPANRB)




TES CPNS HONORER

HONORER K2 AKAN DI TES 3 NOVEMBER 2013 ...................................

Site search

    KONTAK KAMI

    Name

    Email *

    Message *