Honorer K2 Capek Tunggu Janji


FAJARONLINE – Para honorer kategori dua (K2) sudah tidak percaya lagi dengan janji-janji pemerintah. Rencana pemerintah untuk merevisi Peraturan Pemerintah (PP) sebagai payung hukum pengangkatan honorer K2 tahun depan,ditanggapi dingin. “Kami tidak mau revisi PP lagi. Kalau harus tunggu itu, umur kami tambah tua dan makin sulit lagi kami untuk menjadi PNS,” kata Nurhadi, pengurus Dewan Koordinator Honorer se Indonesia (DKHI) di Media Center Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Jumat 5 Desember.

Pemerintah, lanjutnya, tidak perlu obral janji kalau ujung-ujungnya malah menimbulkan masalah baru. Dengan munculnya PP baru, otomatis akan muncul lagi honorer K2 baru. “Kalau begini terus kapan selesainya masalah honorer K2. Tolong pemerintah kasi penegasan saja, apakah honorer tetap diangkat tahun ini atau tidak. Jangan janji-janji lagi,” ujarnya.

Ditambahkan Udin, Ketua DKHI Kuningan, honorer K2 hanya minta diangkat tahun ini menggantikan honorer bodong. Pemerintah juga diminta jika tidak ingin mengangkat honorer K2, sebaiknya terbuka jangan memberikan harapan palsu. “Kenapa kami yang tua-tua masih setia mengabdi kepada negara karena menunggu janji pemerintah akan diangkat. Kalau memang kita tidak akan diangkat terus terang saja biar kami bisa banting stir (alih profesi,red),” tegasnya.

Abdi, salah satu honorer yang banting stir ikut bersuara. Dia mengaku setelah tujuh tahun mengabdi sebagai guru dari 2007 dan tidak ada kejelasan, akhirnya memilih menjadi pengusaha percetakan. “Saya sudah capek menunggu janji-janji. Pemerintah kalau memang ingin menutup ya tutup saja, biar rekan-rekan lain bisa alih profesi mumpung sebagian besar masih produktif. Kalau sudah tua kan kasihan tidak bisa pindah profesi lagi,” terangnya. (jpnn)
- See more at: http://fajar.co.id/2014/12/05/honorer-k2-capek-tunggu-janji.html#sthash.CqFdoWj1.dpuf

NASIB K2 ASLI MURNI MENJELANG PEMERINTAHAN SBY AKAN BERAKHIR





Dari analisa kelulusan k2 menjadi CPNS ternyata banyak ketimpangan dan masalah dengan diketemukannya k2 bodong ini jelas-jelas banyak oknum-oknum bermain menjadikan honorer k2 bodong lulus CPNS …sudahkah pemerintahan sby memperhatikan masalah ini..??? ini benar-benar  mempertotonkan penyelesaian yang sekian lama bahkan lama sekali tetapi hasilnya benar-benar jauh dari keadilan dan perikemanusiaan ….lihat PP 56 thn 2012  honorer k2 jadi CPNS harus lulus Tes ..secara logika yg namanya tes pasti yang bisa lulus otak yg masih muda-muda kalaupun otak yg sudah tua bisa lulus pasti ada sesuatunya KKN/sogokan atau yg lain-lain …jadi jelas penanganan honorer k2 yg begitu lama pada pemerintahan sby betul-betul memperlihatkan dan mempertontonkan banyak kecurangan yang hanya untuk tujuan mendapatkan uang sogokan ke daerah dan pusat ini adalah peristiwa yg sangat ironis sekali terjadi……Yang sebetulnya dari dahulu penyelesain honorer sangat mudah sekali yaitu dilihat dari keaslian honorer yg bekerja diintansi pemerintah dan sangksi pidana bagi honorer palsu serta massa kerja dan usia kritis……tapi kenapa dengan tes yg jelas hanya untuk mencari keuntungan yg sebesar-besarnya………..

K2 Diangkat Bertahap Jadi CPNS

JAKARTA, FAJAR -- Nasib pegawai honorer kategori dua (K2) yang tidak lolos seleksi CPNS 2013, belum tamat. Para honorer tersebut tetap diprioritaskan menjadi CPNS. 
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Azwar Abubakar mengatakan, semua honorer K2 yang tersisa akan diangkat menjadi CPNS secara bertahap mulai 2014 dan 2015.
Keputusan ini diambil MenPAN setelah mendengar dan menyimak unek-unek dari sejumlah gubernur dan bupati/wali kota dalam Rakornas Formasi Aparatur Sipil Negara 2014 di Auditorium Manggala Mawanabakti Jakarta, Kamis, 27 Februari.
Dalam sesi tanya jawab, mayoritas kepala daerah menginginkan agar penyelesaian honorer K2 dituntaskan sebelum menyelesaikan rekrutmen CPNS 2014. Solusi agar semua honorer K2 diangkat seluruhnya, terlebih dahulu dilontarkan Wali Kota Palopo, HM Judas Amir.
Menurut Judas, selain mempertanyakan, dirinya juga memberikan solusi. Dan alhasil solusi yang diberikan Judas kepada MenPAN, dikabulkan. Hal tersebut dilakukan Judas, setelah menyimak dari sekian banyak materi dan pertanyaan yang diutarakan kepala daerah, semuanya tidak memberikan solusi.
"Saya lihat banyak yang bertanya dan memberikan pendapat kepada Pak Menteri, tetapi tidak ada hasilnya. Jadi saya langsung inisiatif memberikan solusi di forum. Pemerintah jangan dulu mengurusi CPNS 2014, kita selesaikan K2 dulu agar tidak ada permasalahan di daerah. Kalau tidak bisa sekaligus diluluskan, pemerintah bisa meluluskan secara bertahap, dari 2014, dan 2015," papar Judas di depan MenPAN-RB, Azwar Abubakar dan Kepala BKN, Eko Sutrisno.
Azwar Abubakar mengungkapkan, permintaan tersebut akan dikonsultasikan lagi dengan Kementerian Keuangan. Sebab, ini berkaitan dengan anggaran belanja negara.

"Kita akan angkat semua honorer K2 secara bertahap, mulai 2014 dan 2015 setelah berkonsultasi Kemenkeu. Untuk itu, diharapkan daerah memberikan program usulan jabatan K2 mana yang prioritas untuk segera diangkat. Kita akan konsultasikan segera," tuturnya.

Terkait pendistribusian dan pengangkatan tenaga dokter, lanjut Azwar, KemenPAN bersama BKN membuka lebar kepada daerah untuk mengangkat dokter, utamanya spesialis. Tinggal mengusulkan kepada pemerintah, maka langsung diangkat.

Hingga saat ini, kata Azwar, formasi tenaga dokter sangat dibutuhkan, dan akan diangkat tanpa jalur tes. Dari 3.000 formasi yang dibuka, sampai saat ini baru sekitar 500 bersedia. Selain dokter, tenaga pengajar pun menjadi prioritas pemerintah.

Dalam rakornas kemarin, dibahas pula mekanisme rekrutmen CPNS 2014. Di mana akan menggunakan sistem Informasi Teknologi. Pasalnya, menurut MenPAN,  dengan sistem ini kecurangan bisa diminimalisasi.

Formasi Guru
Sementara itu, tenaga guru dan kesehatan masih menjadi prioritas usulan penerimaan CPNS 2014. Sekitar 60 persen usulan Pemkot Makassar misalnya, untuk formasi guru.
Kepala BKD Makassar, Kasim Wahab saat menghadiri Rakornas Formasi Aparatur Sipil Negara di Jakarta mengungkapkan, Pemkot Makassar mengusulkan sekitar 1000-an lebih CPNS ke KemenPAN.

Kasim mengatakan, jumlah usulan tersebut untuk mengisi penempatan di 47 SKPD, termasuk tiga SKPD tambahan yang baru dibentuk. “Kami usulkan sekitar 400 orang tenaga kesehatan, dan 600 orang untuk pendidikan dasar dan SMP. Selebihnya untuk formasi lain seperti IT, sosial, dan lainnya," ungkapnya.

Menurutnya, Pemkot mengusulkan sekitar 1000-an lebih karena mengingat tiga tahun moratorium CPNS. “Memang tenaga guru sangat dibutuhkan Pemkot,” ucapnya. (fmc)

Site search

    KONTAK KAMI

    Name

    Email *

    Message *